Minggu, 18 Desember 2011

KAKAO INDONESIA


                   Sebenarnya kakao itu milik siapa sich ??, pertanyaan muncul saat kunjungan kemaren dengan kawan special atas tukar pikiran dengan para penyamun yang selalu kritis dan mencoba mengkritisi, maka muncullah pertanyaan diatas.
                   Dari hasil analisa kami, kakao yang diproduksi dari PTPN XII bermutu cukup bagus dan mampu mengekspor sampai ke luar negri. Kenapa tidak sekalian diolah dan memiliki harga yang lebih tinggi dari pada biji kakao yang diekspor, padahal coklat merupakan konsumsi yang sangat disukai dengan harga yang cukup tinggi. Padahal seandainya kakao kita diolah menjadi coklat keuntungan akan semakin banyak pada pihak produsen, tentunya berimbas pada terbukanya lapangan kerja yang lebih luas, meningkatnya infrastruktur, bahkan bisa menambah pendapatan negara, dan jika dialokasikan dengan benar semakin banyak biaya untuk mengentas kemiskinan dan buta huruf.
                   Logika yang aku rasa masuk akal, tapi menjadi tidak logis q rasa jika diterapkan di INDONESIA yang semua aspek penuh dengan KORUPSI, semua lini. Maka saya merasa bosan untuk menuliskan pikiran saya selanjutnya, karena akan menjadi sia – sia bahkan jika disampaikan pda presiden sekalipun. Karena presiden juga termasuk dalam aliran korupsi meski hanya di hilir.
                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar